Kerentanan Tanah Stasiun Gambir
Levri Ardiansyah (14 Februari 2015)
Dulunya, tanah di Stasiun Gambir adalah lubang besar bebatuan. Lama kelamaan lubang besar itu tertutup tanah seperti yang kita lihat hari ini. Pada tahun 1884 di atas tanah lubang bebatuan itu berdiri Stasiun Gambir yang pertama kali dibuka pada tanggal 4 Oktober 1884 dengan nama Stasiun Weltevreden.
Perhatikan bentuk struktur bebatuan pada lapisan bawah tanah di area Stasiun Gambir berikut ini:
Tahun ini Stasiun Gambir telah berusia 130 tahun. Ini artinya, tanah di Stasiun Gambir telah bergetar selama 130 tahun setiap harinya. Beberapa tahun terakhir, banjir terus melanda Jakarta, termasuk membanjiri area tanah Stasiun Gambir. Sudah seharusnya, Pemda DKI Jakarta segera melakukan riset kerentanan tanah di Stasiun Gambir terhadap kemungkinan terjadinya lubang besar tepat di tanah pada area Stasiun Gambir saat ini. Melihat struktur bebatuan pembentuk tanah area Stasiun Gambir, bisa jadi lubang besar itu terbentuk dengan eskalasi yang luas dan mempengaruhi kerentanan tanah lainnya hingga area Tanah Abang. Gejala awalnya dapat berupa peristiwa terjadinya tanah amblas secara sporadis dengan eskalasi terbatas pada area tanah diantara Stasiun Gambir hingga Tanah Abang.

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home