11 February 2015

Peta Dulu Kala
Levri Ardiansyah (11 Februari 2015)

Peta Dulu Kala adalah peta morfologi asli (the genuine morphology). Istilah asli pada morfologi asli memang menimbulkan kesan adanya morfologi palsu, padahal tidak demikian yang saya maksud. Istilah morfologi asli saya gunakan untuk memaknai keadaan morfologi pada beberapa juta tahun yang lalu, bahkan bisa jadi beberapa milyar tahun lalu. Penunjukan saya pada waktu beberapa juta bahkan milyar tahun lalu juga tentu saja masih harus dibuktikan secara ilmiah. Hari ini saya terpikir istilah 'Dulu Kala' sebagai istilah yang lebih tepat untuk memaknai apa yang maksud yaitu keadaan morfologi pada jaman dahulu kala. Oleh karena itu, sejak hari ini Rabu 11 Februari 2015 saya menggunakan istilah Peta Dulu Kala untuk menggantikan istilah morfologi asli. Peta Dulu Kala merupakan Peta Tanah Air Dulu Kala yaitu Peta Tanah Dulu Kala dan Peta Tanah pada Air Dulu Kala. Istilah 'Tanah Air' saya maknai sebagai keadaan tanah maupun keadaan tanah pada air, seperti tanah pada dasar laut atau samudera, bukan Tanah Air sebagai bangsa.
Saya dapat membuat Peta Dulu Kala dengan cara memadukan secara harmonis peta topografi ataupun peta morfologi dengan relief batu kali Levria Stone. Hingga hari ini saya telah menghasilkan Peta Dulu Kala berbagai daerah di Indonesia dan daerah-daerah pada negara-negara lainnya. Berikut ini saya tampilkan satu contohnya yaitu  Peta Tanah Bogor Dulu Kala. Peta ini berisi informasi keadaan tanah di Bogor dulu kala, perbandingannya dengan keadaan topografi Bogor saat ini serta informasi strategis lainnya seperti informasi bangunan yang sebenarnya berdiri diatas tanah berlubang atau jurang besar, informasi pertanahan, maupun posdiksi terjadinya bencana tanah retak atau amblas dalam eskalasi luas pada masa yang akan datang.

Silahkan bandingkan dengan peta topografi Bogor yang saya gunakan berikut ini:
Termasuk informasi strategis lainnya adalah informasi pencegahan bencana banjir dengan cara mengembalikan fungsi tanah dulu kala sebagaimana desain aslinya dari Tuhan, bisa dengan cara ekstrim seperti membongkar bangunan yang berdiri di atas lubang besar dulu kala atau dengan cara membuat celah lubang agar air dapat memasuki lubang besar dulu kala yang berfungsi menampung dan mengalirkan air pada alur alamiah. Prinsipnya adalah bahwa tanah air Bumi tak ubahnya sama dengan anatomi tubuh manusia. Pori-pori atau lubang lainnya pada tubuh kita memiliki fungsi yang sama dengan lubang tanah air Bumi. Hari ini saya tengah merampungkan Peta Tanah Jakarta Dulu Kala untuk mengetahui letak dan posisi lubang dulu kala di tanah Jakarta saat ini. Saya hanya ingin mencoba membuat rekomendasi kebijakan penanganan banjir di Ibu Kota. Semoga bermanfaat.
.

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home