13 November 2016

Time Administration
Levri Ardiansyah (13122016)

Jam sebagai penunjuk waktu yang kita gunakan saat ini mengacu pada jam internasional, yang merupakan: kesepakatan internasional (The International Prime Meridian Conference) berdasarkan proyeksi. Hal ini berarti, waktu yang kita jalani tidak didasarkan pada fakta nyata figur Bumi.
Andai, besok kita mendapatkan ilmu Bumi yang didasarkan pada fakta nyata figur Bumi dengan batas-batasnya yang jelas, apakah kesepakatan internasional tentang waktu akan berubah? Jika iya, maka kita memerlukan administrasi waktu yang baru. Bisa jadi, Indonesia tidak lagi +7, tetapi misalnya +6, dan bisa jadi waktu Indonesia akan lebih cepat dari Singapura. Saat para pebisnis Singapura masih tertidur, pebisnis kita telah bekerja satu jam yang lalu. Kocek APBN kita tentu akan kian menggelembung. Kemungkinan waktu Indonesia akan dihitung kurang dari +7 amat besar, karena the origin of coordinate terletak di Selat Sunda, bukan di Greenwich.

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home