26 February 2015

Persepsi Banjir
Levri Ardiansyah (26 Februari 2015)

Banjir adalah peristiwa lamanya waktu yang dibutuhkan air mengalir di permukaan tanah pada lokasi dan ruang tertentu. Dengan konsep banjir yang demikian, saya memandang terdapat 4 konsep mendasar tentang banjir yaitu:
1. Banjir adalah peristiwa, bukan kejadian
2. Banjir terkait erat dengan waktu (time), yaitu waktu yang dibutuhkan air mengalir di permukaan tanah;
3. Banjir terjadi pada ruang (space) dan lokasi tertentu
4. Arah mengalirnya air 

Peristiwa terjadi pada ruang, lokasi dan waktu tertentu yang dirangsang (stimulated) oleh energi tertentu yang berlangsung diluar otak manusia maupun di dalam otak manusia. Dengan konsep ini peristiwa adalah meaniing construct atau sederhananya adalah persepsi kita, sedangkan kejadian adalah salah satu contoh peristiwa yang telah terjadi. Banjir adalah sebuah peristiwa berarti banjir dapat diatasi dengan persepsi kita yang tepat tentang banjir. Banjir bukanlah sebuah kejadian yang terus berulang hingga menimbulkan persepsi banjir tahunan atau banjir sebagai kejadian alamiah yang memang seharusnya terjadi karena faktor alami berupa curah hujan atau naiknya permukaan air laut.

Banjir terkait erat dengan waktu yang lama bagi air mengalir di permukaan tanah, berarti tidak banjir adalah peristwa waktu yang singkat bagi air mengalir di atas permukaan tanah.

Banjir terkait erat dengan ruang dan lokasi berarti banjir terkait erat dengan kecepatan air mengalir yang tinggi, kuantitas air yang banyak pada area tertentu dan eskalasi lokasi yang luas. Hal ini berarti, tidak banjir adalah air yang mengalir di permukaan tanah dengan kecepatan rendah, kuanitasnya sedikit dan hanya terjadi pada lokasi tertentu yang tidak begitu luas.

Air mengalir menuju tempatnya tertampung, yaitu lokasi pada geomorfologi yang telah didesain oleh Tuhan sebagai tempat tertempungnya air. Lokasi ini dapat kita ketahui dari genuine morfology atau yang saya tulis juga sebagai peta tanpa tanah. Berdasarkan peta itu kita dapat mengetahui beberapa lokasi sinkhole atau cavity yang kita kenal sebagai lubang atau cekungan berupa batu pada area yang cukup luas bahkan sangat luas.

Persepsi yang saya bangun tentang konsep banjir ini dapat membawa kita pada solusi mengatasi banjir dengan persepsi baru (with new eyes). Let's discuss it.

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home