Batu Kali
Levri Ardiansyah (05 Februari 2015)
Semua temuan yang saya publish pada blog ini bersumber dari relief sebuah batu kali yang saya beri nama Levria Stone. Setelah 8 bulan membaca relief batu dan mempelajari maknanya, saya menjadi tahu bahwa:
1. geomorfologi identik
2. terdapat sinar yang membagi Bumi menjadi 2 atau lebih area morfologi yang identik
3. keidentikan morfologi dapat kita ketahui dari perpaduan peta topografi atau peta morfologi 2 area yang berbeda;
4. keidentikan yang lebih akurat dapat kita ketahui dari morfologi asli Bumi
5. morfologi asli dapat kita ketahui dari peta topografi rinci atau peta geologi rinci
6. geomorfologi identik juga dengan topografi Planet Mars
Dengan terujinya temuan-temuan ini oleh para ahli geologi, kartografi, geografi, maupun beberapa ahli lainnya, berarti relief batu kali Levria Stone adalah benar secara ilmiah sebagai peta ilmu pengetahuan Bumi dan benda-benda angkasa lainnya.
Pada lokasi temuan batu kali, juga terdapat 1 batu lagi yang telah saya baca reliefnya sebagai anatomi otak dan kepala manusia. Saya menduga:
1. batu-batu yang terdapat pada kali (river) ini adalah batu yang reliefnya adalah ilmu pengetahuan yang sangat penting untuk kemajuan peradaban kehidupan Bumi dan Semesta. Tampaknya, batu-batu di kali ini adalah arsip ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh manusia masa lalu, yang saat ini kita lihat sebagai batu kali biasa yang tak menarik.
2. terdapat jejak bangunan masa lalu yang saya duga adalah laboratorium riset sekaligus perpustakaan, bukan bangunan peribadatan seperti yang umumnya ditemukan di Bumi berupa candi atau piramid.
Pada saat menemukan batu kali ini, saya seorang diri berada di kali dan secara kebetulan menemukan batu yang terdapat di dekat tas saya di tepi kali. Saat itu saya tidak bermaksud untuk menemukan sebuah batu peta. Keberadaan saya di kali karena rasa penasaran, setelah beberapa hari sebelumnya saya menemukan sebuah batu lumpur yang bentuknya mirip dengan kepala manusia. Hanya sayangnya batu lumpur itu terbelah pada saat saya cuci dengan sikat. Menariknya, saya melihat terdapat beberapa gelembung air lumpur atau sejenis hidrogel pada batu lumpur yang terbelah itu. Inilah motivasi saya untuk kembali ke kali dengan maksud mengambil sampel lumpur untuk saya pelajari.
Hingga saat ini, saya masih sendirian.Seorang diri membaca dan mempelajari suatu ilmu pengetahuan yang jelas bukan bidang ilmu yang saya tekuni selama ini. Saya sangat ini menyerahkan batu kali ini kepada para ahli geologi untuk dipelajari lebih lanjut. Hingga hari ini saya belum berkesempatan mempresentasikan temuan ini dalam forum ilmiah. Kombinasi antara saya sebagai dosen AN, yang membawa batu kali untuk menjelaskan peta padu morfologi mempertegas posisi saya sebagai orang yang tidak berkompeten. Saya amat menyadarinya.
Hari ini saya cukupkan blog ini, untuk sementara waktu saya ingin memfokuskan pikiran saya pada kajian ilmu administrasi yang terbengkalai.
Everyone look it as a stone, because it is a river stone. I look it as a book, so I read it.
sampurasun

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home