Bentuk Datar Bumi
Levri Ardiansyah (29 Januari 2015)
Berikut ini adalah bentuk permukaan Bumi jika kita pandang sebagai bidang datar:
Saya baru dapat menggambar bentuk datar Bumi ini setelah selama 6 bulan (dari 23 Maret 2014 hingga 01 Oktober 2014) saya memfoto bentuk batu kali 'Levria Stone' setiap hari lalu mencocokan relief pada setiap foto batu dengan berbagai peta Bumi. Hingga kini file foto batu Levria Stone telah lebih dari 400 GB. Barulah pada 01 Oktober 2014 saya menemukan posisi batu yang padu dengan posisi peta Bumi berjudul 'The World".
Tentu saja setiap hari batu kali Levria Stone saya bersihkan dengan cara menumbuknya menggunakan sikat gigi barulah kemudian saya foto. Perlu diketahui bahwa pada batu kali ini tidak terlihat ada gambar peta, hanya ada gambar timbul atau relief yang tak menarik sama sekali. Wajar jika Dr Dadang (staf ahli kepresidenan bidang humas) pada saat saya temui tanggal 07 Januari 2015 mengatakan bahwa tidak ada relief peta pada batu ini dan beliau menganggap saya hanya menmpel-nempel peta pada sebuah batu. Siapapun bisa melakukan itu,' kata beliau. Memang wajar beliau berkomentar demikian karena saya tidak sempat untuk menjelaskan bagaimana proses saya menemukan peta pada relief batu kali.
Sangat sulit bagi saya untuk meyakinkan orang bahwa relief batu kali Levria Stone adalah peta, karena setiap orang telah beranggapan bahwa tidak mungkin ada batu kali yang seperti itu. Oleh karenanya saya berpikir untuk tidak memperlihatkan batu terlebih dahulu. Kehendak inilah yang memotivasi saya berpikir mendalam untuk menemukan cara lain meyakinkan orang, yaitu dengan cara peta yang saya padu dengan peta lagi, bukan lagi relief batu yang telah saya padu dengan peta. Dari sini lahirlah berbagai Peta Padu yang sesungguhnya saya buat berdasarkan relief batu.
Sebelum membuat Peta Padu saya telah menemukan berbagai keselarasan relief batu dengan dirinya sendiri hingga saya menemukan berbagai garis atau sinar yang membagi relief batu menjadi 2 atau lebih bagian yang sama. Sinar itu saya maknai sebagai Sinar Kembar. Berbarengan dengan temuan Sinar Kembar Bumi, saya juga menemukan Sudut Kembar Bumi, sehingga keduanya memantapkan persisi Peta Padu Bumi. Tidak hanya itu, dengan semakin banyak pemahaman saya terhadap karakteristik relief batu Levria Stone, saya juga menemukan Sinar Perbesaran (zooming light) yang akan saya publish pada blog ini besok.
Sejak 23 Maret 2014 saya telah menghasilkan beberapa buku diantaranya:
1. Levria Stone: The Future Trace of Nature-Human Interrelationship
2. Peta Batu Bumi
3. Peta Batu Mars
4. Peta Padu Bumi
5. Peta Padu Bumi-Mars
6. Peta Padu Bumi Indonesia
7. Sinar Bumi
8. Bumi sebagai Kitab Suci
9. Indonesia dan Jejak Masa Depan Peradaban Bumi
Kesembilan buku ini merupakan kelanjutan yang tak sengaja dari buku pertama saya di tahun 2014 berjudul: Cooperative Human Actions: Menelusuri Jejak Energi Interrelasi Manusia Primitif. Buku inilah yang membawa saya menemukan secara kebetulan batu kali Levria Stone.


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home