Gempa Bumi sebagai Pergerakan Gaya Gravitasi
Gempa Bumi sebagai Pergerakan Gaya Gravitasi
Levri Ardiansyah (12122015)
Jika hipotesis saya bahwa Bumi adalah perpaduan sub-relief yang selaras, serasi, harmonis dengan tingkat presisi yang tinggi adalah benar, maka saya bertanya pada emosi sendiri,'mengapa gempa menimbulkan bencana dan bagaimana menjelaskan terjadinya gempa?'.
Konsekuensi dari hipotesis Bumi yang Padu adalah bahwa tidak ada yang namanya tabrakan atau gesekan lempeng Bumi, karena Bumi berpadu serasi.
Saya menduga bahwa gempa sebagai peristiwa alamiah adalah peristiwa pergerakan gaya gravitasi Bumi yang mengukuhkan kembali bentuk alamiah Bumi. Sedangkan bencana gempa adalah peristiwa pergerakan gaya gravitas yang bertemu dengan kerentanan (vurnerability) perubahan bentuk Bumi yang dilakukan manusia (human made). Seharusnya, peristiwa pergerakan gaya gravitasi menuju terminal-terminal area selaras adalah untuk mengukuhkan bentuk alamiah Bumi. Jika bertemu dengan bentuk retakan alamiah maka pergerakan gaya gravitasi akan mengalir mengikuti bentuk retakan alamiah itu. Hanya saja saat ini area retakan alamiah itu telah tertutup oleh tanah yang diatasnya berdiri sebuah kota dengan bangunan dan konstruksi lainnya sehingga pergerakan gaya gravitasi bertemu dengan tanah penutup retakan hingga menimbulan getaran yang membuat bentuk permukaan tanah kembali menjadi retakan alamiah. Kita melihat peristiwa ini sebagai gempa yang mengakibatkan jalan kota retak dengan lubang yang dalam.
Andai nanti dugaan ini menjadi konsep yang teruji kebenaran ilmiahnya, maka manusia dapat mengeahui kapan dan dimana gempa akan terjadi karena manusia mengetahui arah pergerakan gaya gravitasi, koordinat lokasi rentan yang akan berakibat bencana.

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home